Soil Science


KONSERVASI TANAH
Tanah merupakan salah satu komponen penting untuk menyangga kehidupan. Dasar-dasar kehidupan yang dimulai dari tanah misalnya seperti menanam tumbuhan, lahan untuk menbangun, tempat kehidupan mikrobia dan hewan yang lainnya, serta tempat menjalankan kehidupan dalam sebuah ekosistem yang saling kebergantungan. Keberadaan tanah merupakan salah satu unsure utama pembentuk kehidupan, dimana semua kehidupan dapat tumbuh di atas tanah. Begitu banyaknya fungsi tanah yang berguna untuk kehidupan menyebabkan tanah perlu dijaga kelestariannya serta diperlukan metode konservasi tanah yang tepat untuk menjaga keberadaannya. Konservasi tanah tidak hanya untuk petani dan penggelut bidang pertanian, tetapi memiliki efek luas terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Ada kebutuhan yang berkembang untuk mencegah dan mengendalikan erosi tanah dan pencemaran tanah, dan menjaga kesuburan tanah. Melaksanakan berbagai strategi konservasi tanah dan metode dapat membantu meredam erosi tanah, dalam menjaga kualitas tanah dan meningkatkan kapasitas produktifnya. Tanah yang baik yauitu mengarah ke tanah diperkaya hara, hasil panen yang lebih baik, kembalinya keuangan yang baik dan lingkungan yang seimbang.
            Konservasi tanah adalah serangkaian strategi pengaturan untuk mencegah erosi tanah dari permukaan bumi atau terjadi perubahan secara kimiawi atau biologi akibat penggunaan yang berlebihan, salinisasi, pengasaman, atau akibat kontaminasi lainnya. Konservasi tanah dan air atau yang sering disebut pengawetan tanah merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan produktifitas tanah, kuantitas dan kualitas air. Apabila tingkat produktifitas tanah menurun, terutama karena erosi maka kualitas air terutama air sungai untuk irigasi dan keperluan manusia lain menjadi tercemar sehingga jumlah air bersih semakin berkurang. Konservasi tanah pada umumnya terdapat di berbagai tempat yang secara nyata berdampak pada perbandingan panjang kemiringan tanah yang diakibatkan oleh air hingga tanah menyusut. Lalu terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada konservasi air dalam rangka pengontrolan erosi dimana kemirinagan tanah yang telah ditentukan dalam persen dan panjang kemiringan tanah yang disebut dengan system cropping.
 Konservasi tanah atau penyelamatan tanah adalah sebuah kecakapan pengaturan dalam pencegahan terhadap : erosi oleh aliran air, perubahan unsure tanah oleh zat kimia atau organic akibat dari industry atau limbah rumah tangga, pencemaran tanah akibat salinsasi dan pengasaman atau unsure hara tanah rusak karena terkontaminasi zat lain.
Aspek-aspek penting konsirvasi tanah yaitu :
n  Penurunan kualitas tanah akibat erosi (kondisi fisik, kimia dan biologi)
n  Penurunan produktifitas lahan akibat erosi (kesuburan, produksi panen, pertumuhan tanaman)
n  Perencanaan penggunaan lahan harus disesuaikan dengan sistem klasifikasi kesesuaian/kemampuan dan teknik konservasi yang dapat dilakukan pada lahan tersebut.

Konservasi tanah harus mempertimbangkan metode teknik, mekanik, dan penentuan tanaman agroforestri yang sesuai. Dalam rangka melaksanakan konservasi tanah yang efektif, terlebih dahulu harus mempertimbangkan beberapa aspek tanah yang bersangkutan. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan :
  • Ada cukup tutupan vegetasi atas tanah atau tidak perlu untuk dikembangkan
  • Metode pengendalian yang tepat erosi yang dapat dimanfaatkan dan bagaimana penerapannya.
  • Tingkat salinitas tanah dan bagaimana cara ayng akan dilakukan untuk mengelolanya.
  • Tingkat keasaman tanah dan bagaimana cara mengontrolnya.
  • Apakah tanah dan kandungan mineral yang dibutuhkan secara teratur menambahkan suplemen mineral?
  • Apakah tanah terkontaminasi dan, jika demikian, apa metode yang akan digunakan untuk mengatasinya, dan untuk mencegah kontaminasi masa depan?
  • Apakah organisme tanah yang menguntungkan ada di dalam tanah dan apakah mereka diperbolehkan untuk berkembang?

Setelah mengetahui jenis konservasi tanah yang diperlukan, setelah itu dapat mempertimbangkan untuk melakukan salah satu atau semua metode berikut -
  • Penanaman baris padat pohon sebagai angin-istirahat sepanjang perbatasan tanah, terutama pada sisi yang terkena angin kaku. Akar mereka menstabilkan tanah dan mencegah dari yang bergeser jauh oleh angin.
  • Penanaman tanaman di rotasi. Bolak tanaman membantu menghindari depleting hara terlalu cepat.
  • Penanaman tanaman penutup. Ini menstabilkan tanah dan mengurangi efek dari erosi tanah. Mereka juga mencegah penyebaran gulma dan membantu mempertahankan kelembaban tanah dalam musim panas.
  • Membajak sepanjang kontur tanah.
  • Penanaman tanaman sejajar dengan kemiringan tanah.
  • Hal ini melibatkan penanaman rumput atau pulsa antara tanaman biasa seperti jagung. Tanaman jagung tidak terlalu efektif dalam mencegah erosi tanah, tetapi rumput tetap erosi di cek.
  • Menambahkan mulsa ke permukaan tanah. Hal ini mencegah erosi dengan bertindak sebagai penghalang dan menangkap run-off air.
  • Menambahkan sabut log sebagai penghalang. Ini sangat berguna di daerah di mana terlalu banyak erosi telah terjadi dan bertindak sebagai penghalang erosi mencegah dan dukungan untuk mengembangkan vegetasi baru. Selain hambatan sabut, kantong pasir dan kerikil hambatan tas juga digunakan.
  • Tumbuh rumput di lereng dan di perairan saluran air tanah rumput mencegah terlalu banyak dari hanyut.
  • Membuat penggunaan pupuk alam serta buatan manusia.
  • Menjaga tanah bera dalam rangka untuk beristirahat itu.
  • Mengelola tingkat salinitas. Di daerah dimana irigasi adalah lebih atau dimana tabel air garam yang rendah, tingkat salinitas bisa naik dan membuat tanah tidak cocok untuk pertanian. Masalah ini dapat diatasi dengan penggunaan asam humat.
  • Mengelola pH tanah. PH tanah adalah apa yang menentukan jumlah nutrisi bahwa tanaman dapat menyerap dari tanah. PH tanah dapat diangkat atau turun, sesuai kebutuhan, dengan menambahkan bahan kimia tertentu - misalnya, pertanian kapur untuk meningkatkan tingkat pH dan fosfat amonium untuk mengurangi itu.
  • Mendorong organisme tanah yang menguntungkan seperti cacing tanah dan nitrogen bakteri untuk berkembang di tanah. Kehadiran organisme seperti memperkaya tanah.
  • Menggunakan insektisida kimia buatan, pestisida dan herbisida dalam jumlah yang sangat rendah. Lebih dari penggunaan bahan kimia dapat meracuni tanah dan membunuh organisme yang berguna, dan biasanya berbahaya bagi lingkungan.
  • Teratur menambahkan mineral ke dalam tanah. Mineral memberikan nutrisi yang perlu tanah untuk diserap oleh tanaman. Untuk mengisikan dgn mineral tanah, tambahkan suplemen kimia atau coba tambahkan batu hancur.

Metode konservasi tanah diarahkan untuk rehabilitasi lahan kritis, mempertahankan kesuburan tanah, meningkatkan fungsi hidrologis. Dengan memanfaatkan kesuburan tanah, manfaat yang kita dapatkan adalah : sumber kelestarian air dapat terjaga dengan baik, dapat meningkatkan sumber daya alam, memperbaiki kualitas lingkungan hidup dan meningkatkan prduktifitas pertanian.
Metode konservasi tanah dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu metode mekanik dan vegetative.
·         Metode Vegetatif
1.      Pemilihan vegetasi tertutup, yaitu menitup lahan dengan menanam tanaman yang dapat tumbuh dilahan kritis.
2.      Pencegah erosi, yaitu dengan cara membuat sengkedan pada laan yang miring atau dengan penanaman tumbuhan di daerah lahan miring yang dapat mengikat tanah.
3.      Pengaturan kadar garam dalam tanah.
4.      Pengendalian keasaman.
5.      Meningkatkan kelestarian organisme tanah yang menguntungkan.
6.      Pencegahan remediasi tanah dari kontaminasi zat kimia atau zat biologis.
7.      Mineralisai tanah harus seimbang.
·         Metode Mekanik
1.      Pengolahan tanah berkontur.
2.      Pengolahan tanah secara minimum.
3.      Mengatur alur angin.
4.      Adanya rotasi tanaman, jadi tidak hanya ditanami satu jenis tanaman saja, melainkan adanya penggantian jenis tanaman.
5.      Pembuatan pematang, teras atau gundulan tanah.
6.      Pembuatan terjun air atau membuat alur air dilahan peranian.
7.      Penggunaan pupuk alami.
8.      Pengistirahatan tanah.
Pada kondisi bumi yang seperti sekarang ini, konservasi lahan sangat penting mengingat semakin hari semakin berkurangnya tanah yang subur dan baik untuk pertanian. Hal ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pada dan tak terkendali. Semakin tinggi perumbuhan penduduknya, maka semakin banyak lagi lahan yang dibutuhkan, baik untuk pemukiman, industry, tekhnologi dan kebutuhan lainnya. Padahal jika disadari pertanian harusnya merupakan sektor yang harus diutamakan karena menyakngkut kebutuhan akan pangan/makanan seluruh rakyat Indonesia.

Comments